Tradisi Hari Lebaran Kedua di Kampung Arab Manado

detiknews Iwad merupakan tradisi turun temurun yang sampai saat ini terus dijaga kelestariannya di kampung Arab yang terletak di Kelurahan Istiqlal, kecamatan Wenang, Manado. Mayoritas warga di tempat itu merupakan keturunan Arab.

Tradisi Iwad atau saling memaafkan ini dilakukan setiap hari kedua Lebaran dengan mengelilingi kampung, saling bersilaturahmi dengan tetangga yang diiringi musik rebana hadroh. “Iwad merupakan tradisi yang sudah ada sejak jaman dahulu, masuk rumah keluar rumah saling mendoakan yang menjadi kebiasaan umat Islam di Manado, khususnya di kampung Arab,” ujar tokoh agama setempat, Ayub Ali, Senin (26/6/2017).

detiknews Selain silaturahmi antar tetangga, Tradisi Iwad juga jadi ajang silaturahmi dengan pemerintah daerah, Gubernur Sulut, serta unsur Forkopimda. “Biasanya hari kedua ini, banyak petinggi-petinggi, kepala-kepala pemerintahan datang ketempat kita untuk mengikuti,” ujar Ayub Ali.

Tradisi Iwad dilakukan sejak pukul 07.00 sampai pukul 16.00 WITa dengan mengunjungi sekitar 450 rumah yang ada di Kampung Arab. Gubernur Sulut, Olly Dondokambey yang turut menghadiri tradisi Iwad ini mengatakan bahwa tradisi Iwad sangat menguntungkan sebagai wisata tradisional yang ada di kampung Arab.

“Saya kira toleransi di Sulut tidak perlu dibicarakan lagi, sudah dari dulu begitu, perlu kita jaga tradisi ini supaya bisa berlangsung terus, toleransi di Sulut sulut sudah final kayak NKRI,” tutur Dondokambey. detiknews

miamicavsadmin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *